Home
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan sangat pesat. Satu-satunya akses dalam percepatan penguasaan dan alih pengetahuan dan teknologi dari Barat adalah penguasaan bahasa, dalam hal ini bahasa Inggris. Oleh karena itu penguasaan bahasa Inggris pada dunia akademik, tingkat universitas, misalnya, sangat menentukan kualitas SDM dan kehidupan akademis yang terlibat secara langsung pada proses penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri, yaitu mahasiswa dan dosen. Oleh karena itu, dalam pengembangan akademis pada tingkat mahasiswa, misalnya, dalam sistem pendidikan diantisipasi dengan pemberian mata kuliah umum bahasa Inggris di hampir setiap fakultas di lingkungan Universitas Udayana. Walaupun sudah diberikan kuliah selama rata-rata satu semester, hal ini belum terasa cukup bagi mereka dan pelatihan bahasa bagi kalangan dosen belum mendapatkan perhatian.
Menyadari akan pentingnya penguasaan bahasa Inggris seperti yang digariskan di atas, Universitas Udayana melalui Surat Keputusan Rektor No. 05/J14/KP.00.15/1996 tertanggal 3 Januari 1996 membentuk Unit Pelayanan Teknis Pendidikan, Pelatihan, dan Pelayanan Bahasa atau yang lebih dikenal sekarang dengan UPT Lab Bahasa. UPT ini didirikan sesuai dengan namanya yang mengemban misi untuk memberikan pelatihan dan pelayanan bahasa bukan saja untuk mahasiswa namun juga untuk dosen dan pegawai di lingkungan Universitas Udayana. Semenjak pendiriannya, UPT Lab Bahasa bekerjasama dengan the Indonesia - Australia Eastern Universities Project (IAEUP) dan mengadakan pelatihan bahasa Inggris kepada dosen -dosen yang melanjutkan program studinya ke luar negeri melalui pelatihan Basic English Language Training (BELT) yaitu BELT 1 dan BELT 2. UPT Lab Bahasa juga telah memberikan pelatihan bahasa Inggris pada pegawai di lingkungan Universitas Udayana.
Rencana pengembangan ke depan UPT Lab Bahasa adalah untuk mencapai visinya menjadi lab bahasa unggulan dengan cara merancang berbagai program peningkatan baik fisik maupun non-fisik secara mandiri maupun melalui berbagai hibah kompetisi. Program peningkatan fisik diarahkan pada pembangunan dan peningkatan citra lembaga (corporate image building) melalui penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran bahasa Inggris. Program peningkatan non-fisik diarahkan pada peningkatan kualitas layanan baik secara internal kepada mahasiswa, dosen dan pegawai melalui pengajaran bahasa Inggris, pelatihan dan pemantapan bahasa Inggris untuk persiapan studi ke jenjang S2/S3, maupun secara eksternal menyediakan pendidikan dan pelatihan bahasa non-gelar bagi masyarakat untuk penyiapan SDM di kalangan umum yang trampil berbahasa asing (Inggris) untuk menunjang pembangunan daerah (Bali sebagai daerah pariwisata) dan pembangunan nasional.